Pengalaman hidup seorang intelektual sering kali tidak seluruhnya tercatat dalam karya-karya formal. Ada hal-hal yang hanya tinggal dalam ingatan murid, kolega, sahabat, sesama sastrawan, atau orang-orang yang pernah berada dalam lingkar pergaulannya. Cara berbicara, kebiasaan membaca, ketekunan dalam bekerja, perhatian terhadap mahasiswa, pandangan terhadap sastra, hingga percakapan-percakapan yang tampaknya sederhana dapat menjadi bagian penting dari sejarah intelektual seseorang.
Di situlah buku Lelaku Kata: Kesaksian dan Telaah atas Karya Suminto A. Sayuti menemukan arti pentingnya. Buku ini tidak semata-mata hendak menempatkan Suminto A. Sayuti sebagai objek pembicaraan. Buku ini berusaha menghadirkan sosoknya melalui berbagai kesaksian dan telaah dari orang-orang yang pernah berjumpa, belajar, berdiskusi, bekerja bersama, membaca karya, atau mengalami pengaruh pemikirannya. Setiap perjumpaan memiliki ingatan sendiri. Setiap ingatan menyimpan sudut pandang. Dan setiap sudut pandang dapat menjadi jalan untuk memahami seorang manusia secara lebih utuh.








Ulasan
Belum ada ulasan.