Sejak dahulu, masyarakat Kutai Adat Lawas telah mengembangkan sistem pangan yang berkelanjutan. Mereka menanam padi ladang sesuai siklus adat, memanfaatkan hasil sungai sebagai sumber protein, serta menggali pangan alternatif dari hutan, seperti umbi-umbian, rebung, jamur, hingga rotan muda. Tradisi penyimpanan pangan dalam lumbung, gotong royong berbagi hasil panen, hingga pantangan adat dalam berburu dan menebang pohon menunjukkan betapa kuatnya sistem sosial-budaya mereka dalam menopang ketahanan pangan komunitas.








Ulasan
Belum ada ulasan.