Ada penyair yang menulis puisi dari kejauhan, memandang dunia sebagai sesuatu yang hendak ditafsirkan. Ada pula penyair yang menulis dari kedekatan—dari tanah yang dipijaknya, dari lanskap yang diakrabi, dari ingatan yang tumbuh bersama waktu. Suminto A. Sayuti adalah salah satu di antaranya.
Sang Pujangga dari Lereng Merapi dapat menjadi lebih dari sekadar buku tentang seorang penyair. Semoga ia menjadi pintu masuk bagi pembaca untuk mengenal karya, gagasan, perjalanan, dan dunia batin Suminto A. Sayuti; sekaligus menjadi ajakan untuk kembali membaca puisi dengan kesadaran bahwa di balik setiap kata terdapat pengalaman manusia yang panjang.








Ulasan
Belum ada ulasan.