Mengapa sebuah negeri bernama Lonthoir, Hualoy, Waer, atau Pulau Rhun? Apa yang tersembunyi di balik nama-nama tempat yang selama ini hanya dianggap sebagai penanda lokasi?
Buku ini mengajak pembaca menelusuri dunia toponimi, kajian tentang asal-usul dan makna nama tempat, melalui penelusuran nama-nama negeri di Kabupaten Maluku Tengah. Setiap nama tidak sekadar rangkaian bunyi atau kata, melainkan jejak sejarah, cerminan kondisi geografis, warisan bahasa, serta rekaman nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan memadukan perspektif linguistik, sejarah, geografi, dan budaya, buku ini mengungkap bagaimana pengalaman masyarakat, pengaruh kolonial, perkembangan sosial, hingga karakter lingkungan alam membentuk identitas setiap negeri. Dari kawasan perkotaan di Masohi hingga negeri-negeri di Kepulauan Banda, pembaca diajak memahami bahwa nama tempat merupakan arsip budaya yang hidup dan memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif masyarakat.
Buku ini menjadi upaya mendokumentasikan sekaligus melestarikan kekayaan bahasa dan budaya lokal Maluku Tengah agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi mendatang.








Ulasan
Belum ada ulasan.